Thứ Hai, 20 tháng 6, 2011

FOTOGRAFER

.

Fotografer …
Adalah orang yang suka memotret.  Entah untuk kesenangan pribadi maupun sebagai mata pencaharian.

Saya ingin menyoroti yang kedua.  Fotografer sebagai mata pencaharian.

Jika saya amati … ada banyak tipe Fotografer untuk mata pencaharian ini … Tentu saja yang utama adalah mereka yang mencari berita, … berita bergambar.  Istilah awamnya adalah wartawan foto.  Ada yang sekaligus bertindak sebagai reporter ada pula yang mendampingi temannya yang lain … seorang wartawan berita. 

Tipe yang lain adalah … Fotografer untuk seni … Ada yang mempunyai foto studio.  Ada pula yang free lance hunting mengabadikan gambar-gambar indah … entah itu object wisata, pemandangan atau tempat-tempat indah lainnya.  Mengumpulkan stock foto-foto untuk dijual.  Untuk berbagai keperluan.  Ada juga yang mengkhususkan diri untuk memotret Model … memotret produk …  atau memotret makanan.  Yang terakhir ini biasanya bekerja disuatu Biro Iklan atau Production House …

Ada pula fotografer yang mengkhususkan diri memotret acara Perkawinan … Pre Wed … dan acara-acara lainnya.  Yang ini biasanya bekerja sama dengan Wedding Organizer …

Dan yang terakhir … dan inilah fokus pembahasan saya ..
Ada satu lagi jenis Fotografer untuk mata pencaharian.  Yang saya maksud adalah … FOTOGRAFER DADAKAN …

-

Fotografer Dadakan ?  Apa itu ?
Begini …
Pernahkah anda melihat atau mengalami … entah disuatu acara … bisa seminar … bisa perhelatan besar … pertemuan besar … reuni akbar dan juga acara-acara ramai lainnya … yang banyak mendatangkan orang  …

Tiba-tiba saja mendadak anda difoto oleh seseorang (atau bahkan beberapa orang) … secara sporadis … dua tiga empat kali … bahkan lebih …  blits berkilatan … Macam paparazi sedang mengincar Bintang Filem … Kita diperlakukan layaknya Selebritis … difoto ceprat-cepret …  Mulai dari turun dari mobil … sampai masuk gedung pertemuan …

Awalnya duluuuu … saya sempat GR … Siapa gua … kok orang-orang ini pada motretin gua … (sambil membenarkan tatanan rambut … ganjen).

Eeeehhhh nggak taunya …
Pada akhir acara … ada yang ngasong … “Pak … Ini foto-fotonya pak … Rp …. saja perlembar …” (menyebutkan suatu jumlah yang fantastis …).   Walaaahhh jebul ndadak mbayar to iki ???

Bukan saja di asong … Ada juga yang dijentreng di atas tanah beralaskan plastik … semacam lapak – lapak kaki lima di terminal bis antar kota … banyak sekali foto bertebaran dipajang disana …

Memang sih foto-foto kita itu … sudah ditambah dengan ornamen-ornamen … seperti hiasan gambar bingkai … lengkap dengan tulisan … “Acara Ina … inu … itu … tanggal sekian-sekian” dst … Tetapi saya perkirakan ongkos cetak dan tambah ornamen ini … tetap saja tidak semahal harga tinggi yang mereka tawarkan …

Oh My God …
Mahal banget harganya weiceh … udah gitu foto saya banyak lagi … dengan berbagai macam pose … dengan berbagai macam gaya candid …  Berapa uang yang saya harus keluarkan untuk membayar ini semua ???
Dan ini baru dari satu orang … belum dari Mas-mas Fotografer  lainnya … yang setengah memaksa untuk juga di beli hasil karya bidikannya itu …

Sementara kalau tidak saya beli … ???.   Nanti foto saya kelekaran dimana-mana … di buang di tempat sampah … dipatok ayam … di edel-edel kucing …. Arrrrggghhhh tak sanggup saya membayangkan … 

Dan akhirnya … dengan bersungut-sungut … saya beli semua foto-foto yang ada sayanya itu.

Yang saya juga kagumi adalah … mereka kok bisa hafal sekali muka model-model sasaran bidikan mereka … Kok bisa-bisanya mereka berhasil menemukan kita dan dengan cepat mencocokkannya dengan segepok foto yang mereka bawa … Padahal pengunjung acara itu kan banyak … Heran …

Tapi itu pengalaman duluuuuuuu … waktu saya belum tau … How to deal with this instant photographers …!!!

.

Kalau Sekarang Bagaimana ????
Pertama :
Saya cuekin saja … Seraya sesekali saya lihat … kalau ada yang bagus baru saya tunjukkan atensi saya …
Tetep cool … jangan terpengaruh … dan jangan perlihatkan kalau kita butuh banget foto itu …

Kedua :
Saya minta mereka menunggu … tunggu sampai acara hampir selesai semuanya …
Biasanya kalau sudah semakin siang … para tamu sudah pulang sebagian … acara sudah mulai sepi … Harganya akan turun dengan sendirinya …  Mungkin mereka berpendapat … aaahhh gua udah untung dari pengunjung lainnya … untuk Bapak satu ini …biarin deh … sekedar mengganti ongkos cetak saja …

Ketiga :
Saya pakai sistim beli paket.  Tidak beli satuan  … “Ini … lima lembar … Rp sekian ya …” 
Sampaikan harga yang reasonable …  Kalau Dia mau … deal kita ambil … Kalau dia nggak mau … ya sudah tinggalkan saja …

Memang …
Jika dipikir lagi … Jasa mereka ini sangat kita butuhkan … terutama bagi mereka yang tidak membawa kamera … atau kalaupun membawa kamera … mereka tidak sempat memfoto diri mereka sendiri …  Dan jika saya perhatikan … hasil cetakan mereka juga banyak yang bagus-bagus kok …

Namun demikian …
Permasalahannya memang biasanya ada di penetapan harga … yang kadang suka semaunya sendiri …

So …
Upaya terakhirnya adalah … TAWAR … alias NEGOSIASI …
Ini untuk mencapai … Win-win solution …
Kita senang … punya dokumentasi yang bagus … mereka juga senang karena dagangannya laku …

Dan … kalau anda sudah punya Kamera sendiri … dan tidak mau repot-repot untuk menebus foto nantinya … Pada awal anda datang ke acara tersebut … sampaikan di depan … dengan bahasa sopan kepada mereka … Tutup muka anda … palingkan muka anda … seraya berkata … “Mohon maaf ya mas … saya tidak mau difoto … “  Seraya segera menghindar dari mereka … agar mereka tidak menghabiskan exposure secara percuma …


Lalu bagaimana halnya dengan foto seabrek kita yang mungkin sudah sempat tercetak …??? tetapi tidak kita beli ???
Percayalah pada integritas mereka … mereka hanya mencari makan …
Kalau ada foto yang bersisa … tidak dibeli oleh calon modelnya … mereka pasti akan memusnahkannya

Dari mana Trainer kok bisa ngomong seperti itu ???
Saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa dari mereka …  Menurut pengakuan mereka … Mereka akan memusnahkan foto-foto sisa itu … Entah di rajang di paper schreder … atau dibakar …
Karena foto itu sudah tidak ada gunanya bagi mereka … buat apa mereka simpan …

Dan mereka selalu menghitung secara keseluruhan perolehan aksi mereka itu … Yang penting cukup untuk ongkos lelah … ongkos cetak .. dan ongkos wira-wiri ke studio foto … plus kelebihan keuntungannya …
(dan untuk keuntungannya ini … mereka mengaku … bervariasi … ada yang untung cukup lumayan … ada pula yang mengaku untung tipis …)

Bagaimanapun juga … Ini pekerjaan yang Halal …
Mencari uang dengan menawarkan jasa menjadi Fotografer Dadakan
(asalkan mereka tidak mengintimidasi atau memaksa).

.

Bagaimana menurut pendapat anda ??
Pernah punya pengalaman serupa dengan saya ?
Bagaimana anda melihat keberadaan Fotografer dadakan ini ??
Boleh Sharing ya cyin … !!!

.

.

.


Filed under: ARTIKEL
Link to full article

Không có nhận xét nào:

Đăng nhận xét

Bài đăng phổ biến